Showing posts with label tips Hidup Sehat. Show all posts
Showing posts with label tips Hidup Sehat. Show all posts

Manfaat Sirih Merah untuk Kesehatan


Sirih merah atau bahasa Latinnya Piper crocatum, kini hadir tidak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga tanaman herbal sirih merah tradisional penderita kencing manis (diabetes mellitus - DM).

Masyarakat Sleman, Yogyakarta khususnya, telah memanfaatkan khasiat herbal sirih merah ini turun temurun. Secara empiris, selain kencing manis, herbal sirih merah sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif ambeien, peradangan, kanker, asam urat, hipertensi (darah tingi), hepatitis, kelelahan dan maag.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam teh sirih merah yakni alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” senyawa aktif alkaloid teh sirih dan flavonoid teh merah memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tannin herbal sirih dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).

Ciri khas tanaman tropis ini yang bisa dijadikan teh sirih, berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya sebagai produksi teh merah bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun sirih merah mengkilap dan tidak merata. Seperti sirih hijau, tanaman teh sirih merah juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Daunnya berasa pahit getar, namun beraroma lebih wangi dibanding sirih hijau. Bila disobek, daun sirih merah akan berlendir.Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk dan sinar matahari 60-75 persen. Tanaman sirih merah tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan pudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna merah daunnya.

Aman dikonsumsi
Peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus. Pembuatan ekstrak daun sirih merah sangatlah mudah. Sebanyak 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1.

SIRIH MERAH ATASI DIABETES MELITUS DAN TUMOR

Warga Karangjati, Yogyakarta, ini sudah dua tahun lamanya menderita penyakit diabetes melitus (DM). Berbagai cara pengobatan, baik medis maupun tradisional, telah dijalaninya tapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Bambang Sadewo, seorang praktisi kesehatan dan produsen jamu, yang menyarankan minum ekstrak sirih merah. Sedikit demi sedikit penderitaannya pun jauh berkurang.

Atasi Aneka Penyakit

Setelah seminggu mengonsumsi sirih merah dalam bentuk kapsul, Susmiarto merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. Namun, pagi harinya rasa nyeri di kedua kakinya berkurang drastis. Tanda-tanda kesembuhan ini sangat melegakan hatinya karena luka mulai mengering dan berangsur-angsur sembuh.

Kesembuhan juga dialami Siska Ribowo, di Jakarta, yang mengidap tumor di bagian payudara. Beruntung, ibu penggemar tanaman hias mendapatkan info tentang khasiat sirih merah. Atas saran herbalisnya, ia pun mengonsumsi sirih merah dalam bentuk rebusan selembar daun segar per hari. Dua gelas air direbus sampai tinggal satu gelas. Air rebusan ini dibagi tiga dan diminum 3 kali sehari sebelum makan. Kini, ia terbebas dari ancaman tumor yang menurut diagnosis dokter sangat mungkin menjadi ganas atau kanker.

Khasiat tanaman cantik bernama sirih merah (Piper crocatum) ini memang mencengangkan banyak orang. “Selain DM dan tumor, sirih merah juga berkhasiat menyembuhkan penyakit jantung koroner, asam urat, hipertensi, peradangan organ tubuh (paru, ginjal, hati, dan pencernaan), serta luka yang sulit sembuh,” ujar Bambang Sadewo.

Segudang khasiat sirih merah itu disebabkan sejumlah senyawa aktif yang dikandungnya, antara lain flavonoid, alkoloid, polevenolad, tanin, dan minyak asiri. Senyawa flavonoid dan polevenolad bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, dan anti- inflamasi. Sedangkan senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Tanaman Pot

Pamor sirih merah sebagai herba yang berkhasiat memang baru terdengar dua tahun belakangan ini. Awalnya, tanaman berdaun hijau dengan semburat pink ini banyak dijadikan tanaman hias.

Adalah Bambang Sadewo, pemilik Klinik Herbal Center, Yogyakarta, yang mempelopori penggunaan sirih merah sebagai obat.

Bagi yang ingin sibuk, sirih merah kini tersedia dalam bentuk ekstrak, tunggal maupun dengan campuran herba lainnya yang dijual dengan harga Rp60.000/60 kapsul. Dalam bentuk segar, manfaat sirih merah juga dapat diperoleh dengan merebus sejumlah daun sirih segar yang cukup tua.

Sirih ini tidak sulit dibudidayakan. Bahkan dalam pot pun dapat tumbuh subur. Ia tidak menyukai panas maupun air yang berlebihan. Media tanamnya sederhana, yakni campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Tanaman disiram satu kali sehari, sedangkan untuk menghindari panas yang terlalu terik atau guyuran air hujan berlebihan, pot bisa dipindah ke tempat yang aman.

Sirih merah dapat diperbanyak melalui cangkok. Medianya, kompos daun bambu yang dibungkus plastik bening. Semprot media cangkok satu kali sehari, dalam waktu 2—4 minggu, anakan sirih merah sudah bisa dipisahkan dari tanaman induknya.***

artikel ini bersumber dari :
http://www.agrina-online.com
http://rumahdiabetes.com/

Manfaat Jambu Merah untuk Kesehatan


Rasa buah asal Amerika Selatan ini memang sangat menggoda. Sayang , bijinya seringkali mengganggu. Meski demikian, jambu biji mengandung banyak zat bermanfaat.
Secara klinis, sudah terbukti bahwa buah bernama latin psidium guajava ini banyak mengandung vitamin A, C, Mineral dan zat-zat lain yang diperlukan tubuh.

Secara kimia terbukti bahwa buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tannin. Daun jambu biji juga mengandung berbagai asam, seperti asam ursolat, psidiolat,kratogolat, oleonolat, guajaverin.
Jambu biji juga kaya akan fiber yang diketahui membantu mencegah kanker saluran cerna dan menurunkan kolesterol. Kandungan vitamin C dalam buah ini lima kali lebih banyak disbanding jeruk. Vitamin ini terkonsentrasi [pada kulit dan daging bagian luar yang lunak dan tebal. Kandungan vitamin C dalam jambu biji sanggup memenuhi kebutuhan harian anak berusia 13 – 20 tahun yang mencapai 80 – 100 mg per hari serta orang dewasa yang mencapai 70 – 75 mg per hari.

JAMBU MERAH dan DEMAM BERDARAH

Tak hanya buah, daun jambu biji juga sering dimanfaatkan sebagai obat . Kini, tengah dikembangkan jus daun jambu sebagai pencegah demam berdarah. Dari hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan FK-UI, Fakultas Farmasi UNAIR Surabaya, dan BPOM, dilaporkan bahwa ekstrak daun jambu biji bisa menghambat virus Dengue, penyebab DBD.
Meski baru bersifat pengujian pre-klinik, bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu millimeter per kubik tanpa efek samping.

Hal ini tentu kabar baik bagi pengobatan DBD, mengingat sampai saat ini memang belum ditemukan obat spesifik demam berdarah (DBD). Selama ini pola pengobatan terhadap penyakit ini hanya bersifat pendukung. Oleh sebab itu diharapkan ekstrak daun jambu biji ini dapat dijadikan obat antivirus Dengue.

Hasil pengujian ini akan dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk uji klinik lebih lanjut. Bila hasilnya positif, ada kemungkinan ekstrak daun jambu ini akan menjadi suplemen dalam mengobati DBD.

JAMBU BIJI untuk DBD

Ramuan-1
Cuci bersih 3 jambu biji matang dan mengkal. Kemudian, jambu yang sudah matang di blender sampai halus, lalu disaring sehingga diperoleh jus jambu biji.
Jus jambu ini diminum 3 x sehari sampai DBD sembuh. Untuk buah yang mengkal, dapat langsung dimakan bersama kulitnya. Biji buah jangan ikut dimakan (dapat menyebabkan usu buntu)

Ramuan-2
Cuci dan bersihkan 1 kg daun jambu biji segar, kemudian potong kecil-kecil (dirajang). Blender potongan daun tersebut dengan air secukupnya hingga halus, sarin dan endapkan sehingga ekstrak daun terpisah dengan air. Oven ekstrak daun tersebut agar tahan lama.
Cara pemakaian :
Masukkan ekstrak kedalam kapsul, lalu minum 2x sehari, setiap pagi dan sore.
Minum ekstrak daun bersama sirup jambu biji dengan takaran 1 sendok teh untuk ½ liter sirup yang diencerkan. Minum secara teratur sampai sembuh.

Sumber :HealthFirst vol.3./Juli-September 2008
Pondok Indah Healthcare Group
http://tyashardjanti.multiply.com

Manfaat Daun Dewa untuk Kesehatan


Daun dewa (Gynura divaricata, Gynura segetum (Lour) Merr, atau Gynura pseudochina) cukup lama dikenal sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit. Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pada beberapa tulisannya mengenai tumbuhan berkhasiat obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat. Manfaat itu berasal dari daun dan umbinya. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.

Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 50 cm. Daunnya tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut dengan warna putih. Warna permukaan daun di bagian atas hijau tua, sedangkan di bawahnya berwarna hijau muda. Bunganya terletak di bagian ujung batang, berwarna kuning berbentuk bonggol.

Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.

Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan bahwa daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa.

Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun dan ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum.

Bagian umbi bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka terpukul, masuk angin, digigit ular, dan menghilangkan bekuan darah, serta mengobati stroke. Untuk luka luar, haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk pengobatan dalam, umbinya ditumbuk halus dan ditambah air. Air perasannya diminum setiap sore hari.

Deskripsi :
Terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm, pada umumnya ditanam dipekarangan sebagai tanam obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5 - 10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm., dengan penampang ± 3 cm.

Kandungan Daun Dewa :
Saponin, minyak atsiri, flavonoid.

Khasiat Daun Dewa :
Tumbuhan ini bersifat anti coagulant (mencairkan bekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun. Dalam farmakologi cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa khas dan sifat netral.

Resep Tradisional Daun Dewa:
Kanker :
Daun dewa segar 4 g; Akar daruju 7 g; Herba benalu 3 g; air 120 ml, Ditumbuk; ditambah air mendidih; disaring, Diminum 1 hari sekali 100 ml; selama 30 hari.
Tekanan darah tinggi :
Daun dewa segar 3-7 helai; buah mengkudu muda 1 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1-2 kali sehari 100 ml; selama 1 bulan.
Kencing manis :
Daun dewa 5 helai; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Pembersih luka :
Daun dewa secukupnya; Air secukupnya, Daun dewa ditumbuk halus lalu dimasukkan ke dalam air, Luka yang kotor dimasukkan ke dalam air yang dicampur daun dewa.

Sumber :
TOGA [Tanaman Obat keluarGA], kaskus,forum.
http://tanamanherbal.wordpress.com
http://www.iptek.net.id
http://co2cos.multiply.com
http://id.wikipedia.org

Manfaat Madu Untuk Kesehatan


Selain lezat, madu memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral, serta dikenal sejak jaman dahulu kala sebagai obat mujarab untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit, baik penyakit dalam maupun luar.

Kalau mau dibuat daftar khasiat madu, maka akan menghabiskan berlembar-lembar kertas. Daripada merepotkan, berikut ini adalah penjelasan secara singkat mengenai manfaat dan khasiat madu.

Madu dapat meningkatkan penyerapan kalsium; meningkatkan jumlah hemoglobin dan mencegah/mengobati anemia yang disebabkan oleh faktor-faktor nutrisi; apabila dicampur dengan cuka apel dapat mengobati rematik; menyembuhkan flu dan segala macam penyakit infeksi pernafasan; menyembuhkan penyakit usus; bekerja sebagai pencahar alami; memperlancar pencernaan; mengurangi alergi dan obesitas; menyediakan banyak vitamin dan mineral; dan menyediakan energi instan seperti gula namun lebih aman untuk penderita diabetes.

Apakah sudah selesai? Belum. Madu juga dapat mengobati insomnia dengan cara mengkonsumsinya sebanyak satu atau dua sendok makan setiap malam. Sebagai antiseptik, madu berguna untuk menarik racun atau bisa dari gigitan atau sengatan hewan.

Dibawah ini adalah cara-cara penggunaan madu untuk penyembuhan dan pengobatan:

LUKA BAKAR – Oleskan madu secara merata pada luka bakar. Madu dapat mendinginkan dan mengurangi nyeri serta menyembuhkan luka dengan cepat tanpa meninggalkan bekas luka. Cara ini aman, karena bakteri tidak bisa hidup dalam madu.

INSOMNIA – Satu atau dua sendok teh madu tiap malam akan membantu anda terlelap. Lebih ampuh lagi kalau dicampurkan dalam segelas susu hangat.

HIPERAKTIF – Ganti semua gula pasir anda dengan madu. Gula pasir memiliki kemampuan stimulasi yang tinggi, padahal nutrisinya rendah. Sebaliknya madu mampu menyediakan energi melimpah tanpa membuat anak jadi hiperaktif.

HIDUNG MAMPET – Taruh satu sendok makan madu dalam baskom berisi air panas, lalu hirup uapnya setelah anda menutup kepala anda dengan handuk diatas baskom. Sangat manjur!

LELAH – Encerkan satu sendok makan madu dengan air hangat lalu diminum. Madu memiliki kandungan utama berupa fruktosa dan glukosa, jadi sangat mudah diserap tubuh. Atlet Yunani kuno selalu mengkonsumsi madu sebelum pertandingan untuk menambah stamina dan setelah pertandingan untuk mendinginkan tubuh.

MASKER WAJAH – Campurkan madu dengan oatmeal dalam takaran yang sama, kemudian gunakan sebagai masker. Biarkan selama setengah jam lalu bersihkan wajah anda. Madu adalah pembersih wajah yang ampuh untuk menghilangkan jerawat dan noda di wajah.

GANGGUAN PENCERNAAN – Campurkan madu dengan cuka apel lalu ditambah lagi dengan air. Selain memperlancar pencernaan, ramuan ini juga baik untuk persendian dan penurunan berat badan.

HAIR CONDITIONER – Oleskan campuran madu dan minyak zaitun pada rambut anda, lalu tutup kepala anda dengan handuk hangat selama setengah hingga satu jam. Kemudian dibilas. Madu dapat memberi nutrisi yang diperlukan rambut dan kulit kepala.

SAKIT TENGGOROKAN – Biarkan satu sendok teh madu mengalir lambat di tenggorokan anda. Madu berfungsi untuk mengurangi peradangan.

STRES – Perpaduan madu dan air adalah stabilizer alami yang luar biasa bagi tubuh kita, karena campuran tersebut memiliki efek menenangkan. Agar lebih efektif, gunakan perbandingan antara madu dan air sebanyak 1:4.

ANEMIA – Madu adalah "makanan" yang paling bagus untuk darah. Semakin gelap warna madu, semakin banyak pula kandungan mineralnya.

PENGAWET MAKANAN– Jika anda mengganti gula pada resep kue dan cookies anda, maka kue dan cookies tersebut akan lebih tahan lama, karena madu bersifat anti-bakteri.

BOTOL BAYI – Empat sendok teh madu yang dilarutkan bersama air dan dimasukkan ke dalam botol bayi akan memberikan efek tenang pada bayi sekaligus menambah asupan multivitamin si bayi. (Perhatian: hanya untuk bayi diatas usia satu tahun). Bagi bayi yang baru tumbuh gigi, mengoleskan madu pada gusi mereka akan membantu mengurangi rasa sakit karena tumbuhnya gigi.

OSTEOPOROSIS – Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi satu sendok teh madu per hari dapat mencegah osteoporosis. Sangat dianjurkan untuk anda yang sudah berusia kepala lima.

PANJANG UMUR – Orang-orang dengan usia tertua di dunia pada umumnya adalah mereka yang rutin mengkonsumsi madu. Ada satu lagi fakta menarik, yaitu para peternak lebah (yang otomatis juga rajin mengkonsumsi madu ) ternyata lebih sedikit berisiko terserang kanker dan rematik dibandingkan dengan pekerjaan manapun di dunia.

MIGREN – Saat migren baru menyerang, minumlah campuran satu sendok makan madu dengan setengah gelas air hangat. Jika dirasa perlu, ulangi 20 menit kemudian.

IRITASI MATA – Larutkan madu dengan air hangat dalam takaran yang sama. Setelah dingin, cuci mata anda yang terkena iritasi dengan larutan tersebut.

OBAT BATUK – Campur 170 gram madu, 55 gram gliserin dan air perasan dari dua buah jeruk lemon. Aduk rata dan simpan dalam botol yang tertutup rapat. Dapat diminum sewaktu-waktu sebagai obat batuk.

Ada kalanya madu murni yang disimpan lama akan menggumpal. Apabila itu terjadi, anda hanya perlu meletakkan botol madu anda dalam panci berisi air panas (bukan mendidih) selama beberapa saat hingga madu mencair kembali. (Natural News)

sumber : http://www.sendokgarpu.com

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Written by Sapphire

Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe (Zingiber officinale) berasal dari Asia, yang tersebar dari India sampai Cina. Karena itu, kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai yang pertama kali memanfaatkan jahe, terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat.

Jahe telah dibudidayakan di negara-negara Australia, Sri Lanka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, dan Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. India merupakan negara produsen terbesar, yaitu lebih dari 50 persen dari total produksi jahe dunia.

Pengertian jahe di Indonesia adalah batang yang tumbuh dalam tanah yang disebut rimpang. Berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya, jahe dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu jahe putih besar disebut juga jahe badak, jahe putih kecil, dan jahe merah (jahe sunti). Penghangat Badan
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula, dan berbagai minuman. Jahe juga digunakan pada industri obat, minyak wangi, dan jamu tradisional. Bisa juga diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng, dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami.

Dalam perdagangan, jahe dijual dalam bentuk segar, kering, bubuk, dan awetan. Terdapat juga hasil olahan seperti minyak astiri dan koresin, diperoleh dengan cara penyulingan, yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, sosis, dan lain-lain.

Bila kita minum segelas wedang jahe, ronde, bandrek, atau esteemje alias susu-telur-madu-jahe, sudah pasti badan akan terasa hangat. Ini memang khasiat paling populer yang dimiliki jahe. Padahal, masih banyak khasiat jahe lainnya seperti untuk menyembuhkan batuk kering dan radang tenggorokan serta sebagai tonikum.

Selain itu, jahe juga bisa menambah nafsu makan karena merangsang selaput lendir perut besar dan usus. Bagi yang sering menderita mabuk darat atau laut, jahe bermanfaat mencegah mabuk. Bahkan ada pakar yang menyatakan, tanaman ini bermanfaat pada kasus iritasi ginjal. Sebagai obat luar, parutan jahe juga bisa dipakai sebagai kompres untuk mengobati rematik dan sakit kepala.

Acar dan Asinan
Rimpang tanaman ini sudah umum dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Penggunaannya dalam dunia pengobatan pun sudah dilakukan sejak lama. Kini, negara-negara Barat juga melakukan penelitian terhadap tanaman ini untuk digunakan sebagai obat. Di Denmark, tanaman ini diteliti agar mendapatkan senyawa aktif yang bisa digunakan untuk mengatasi rematik, dan berhasil.

Namun, jahe sebenarnya lebih populer sebagai bahan makanan dan minuman. Di Jepang, rebung atau tunasnya dijadikan bahan sayur, acar, atau asinan. Hasil olahan itu sangat populer karena aroma dan cita rasanya yang khas. Terhadap tubuh, makanan dari rebung jahe membantu menyehatkan badan, memperlancar air seni, dan memperbaiki sistem pencernaan.

Di Indonesia, mungkin baru orang Manado yang memanfaatkan rebung jahe sebagai salah satu pendamping nasi untuk lalapan didampingi sambal pedas. Cara memakannya selalu diikuti dengan meminum saguer (semacam tuak). Terkadang rebung jahe terlebih dahulu dimasukkan ke dalam saguer, dan supaya awet ke dalamnya diberi sedikit garam. Lalapan ini, konon, akan membuat tenaga kita menjadi berlipat ganda.

Rimpang jahe juga bisa diolah jadi manisan. Caranya, jahe yang sudah dibersihkan dimasak dalam air gula selama 2-3 jam. Setelah itu dipindahkan ke suatu tempat dan dibiarkan selama beberapa hari. Jahe dimasak untuk kedua kalinya dalam larutan gula seperti ketika memasak pertama. Setelah ditiriskan dan didinginkan, manisan ini siap dinikmati.

Pada masa lampau, cara ini digunakan di Kanton, Cina, untuk keperluan ekspor. Di tempat lain tentu caranya berbeda, bahkan lebih rumit.

Hanya saja, dengan cara ini manisan jahe masih dirasakan terlalu pedas. Ada cara mengurangi kepedasannya seperti yang dilakukan di Jamaika, yaitu direndam dalam air mengalir selama 12 jam.

Cara lain, jahe yang telah dibersihkan, kemudian direngatkan (dikeprak), lalu direndam dalam air asin selama 24-48 jam. Setelah itu, direndam lagi dalam air beras selama satu malam. Berikutnya direndam lagi dalam air bersih selama 5-10 hari dan setiap 12 jam airnya diganti. Hasilnya, siap dijadikan bahan manisan.

Source: dechacare http://www.sendokgarpu.com


Back to Nature, Cara Hidup Sehat Alami


Generasi “Jempol”

Kemajuan teknologi yang begitu pesat telah menempatkan manusia dalam kondisi yang serba instan dan serba cepat. Kalau dulu orang mengirim berita harus melalui kurir, kini hanya tinggal menekan tombol dengan jempol. Untuk melakukan pengaturan terhadap peralatan-peralatan elektroniknya pun orang sudah enggan untuk berdiri dan hanya tinggal menari-narikan jempolnya diatas tombol-tombol remote control. Kondisi tersebut yang kami maksud dengan istilah generasi “jempol” karena manusia tidak lagi bersusah payah, tinggal menggerakkan jempolnya.

Proses produksi yang begitu rumit pun dipermudah dengan peralatan canggih yang juga tinggal menekan beberapa tombol. Produksi bahan pangan pun dituntut serba cepat, sehingga dilakukan rekayasa biologi yang memungkinkan produksi pertanian dan peternakan yang tidak memerlukan waktu lama. Semakin banyak produk makanan instan yang dapat dikonsumsi kapan saja dan dimana saja. Untuk memulihkan vitalitas tubuh pun sudah disediakan produk-produk pemulih stamina yang tinggal diminum karena begitu berharganya waktu sehingga manusia tidak sempat untuk istirahat dengan cukup.

Manusia harus membayar mahal dengan kesehatannya. Pola kehidupan semakin tidak kondusif terhadap kesehatan.Pola kehidupan meliputi pola makanan, pola istirahat, kurangnya olah raga secara teratur, stres pikiran, banyaknya zat-zat kimia yang merusak sel-sel tubuh yang berasal dari bahan pengawet dan pewarna makanan, petisida yang berasal dari sayur-sayuran, minuman peningkat stamina dan vitalitas, rokok, minuman keras, polusi udara, dan juga seringnya terjadi kontak tubuh terhadap radiasi-radiasi yang berasal dari komputer, alat-alat komunikasi, peralatan elektronik, listrik dan sebagainya.

WHO, Badan Kesehatan Dunia, menyatakan bahwa saat ini kondisi kesehatan sudah mencapai titik kritis yang perlu diperhatikan. Hal ini terbukti dengan hasil risetnya yang menyatakan bahwa orang yang di kategorikan benar-benar sehat hanyalah 15% dari penduduk dunia, 15% berikutnya adalah orang-orang yang benar-benar dalam keadaan sakit dan dalam perawatan media, sedangkan sisanya yang 70% adalah kategori orang yang rentan terhadap penyakit diakibatkan karena menurunnya fungsi-fungsi organ dalam tubuh yang disertai menurunnya fungsi kekebalan tubuh.

Menggantungkan diri pada medis, bukan solusi!

Teknologi yang semakin berkembang dalam hal penanganan penyakit semakin mendukung manusia untuk mengabaikan pentingnya menjaga pola kehidupan dengan baik. Tersedianya berbagai obat di pasaran bebas dan para tenaga medis memungkinkan setiap orang untuk berobat sewaktu-waktu ketika jatuh sakit. Ibaratnya makanan instan, obat-obatan pun tersedia disetiap rumah bahkan di kantong tas yang siap di bawa kemana-mana. Sehingga bukan pola kehidupan yang ditingkatkan untuk menjadi lebih sehat, melainkan persediaan obat-obatan yang dipersiapkan sebagai amunisi untuk melawan penyakit.

Sayangnya sebagian besar obat-obatan yang tersedia juga merupakan hasil budaya instan, sehingga diambil dari bahan-bahan instan buatan bukan dari alam. Akibatnya muncul masalah-masalah baru yang berasal dari efek samping obat-obatan.

Di Amerika efek samping obat-obatan bertanggung jawab atas kematian 100.000 pasien. Berikut kutipan dari sebuah artikel dalam situs BBC pada halaman kesehatan (yang ditulis oleh Dr. Trisha Macnoir: “Recent research in US has claimed that adverse drug reaction may be reponsible for the death of as many as 100,000 patients in US hospital each year, making them one of the leading causes of death” terjemahan:

“Riset baru-baru ini di Amerika menyatakan bahwa reaksi buruk obat-obatan bertanggung jawab atas kematian 100.000 pasien di berbagai rumah sakit setiap tahun, dan membuat efek samping menjadi salah satu sebab kematian yang utama”.

Kembali Ke Alam

Saat ini membuat orang mulai sadar akan pentingnya kembali pada pola hidup sehat, kembali pada alam.

Orang mulai sadar untuk berolah raga, istirahat teratur, dan mencukupi nutrisi yang diperlukan tubuh dengan mengkonsumsi makanan-makanan kesehatan alami.

Ketika bicara tentang alam akhirnya orang melihat ke dunia Timur, Asia, terutama China. China secara konsisten mengembangkan pengobatan alami sejak 5000 tahun yang lalu, dan tetap menjadi kiblat dalam pencarian menuju gaya hidup sehat yang alami.

Inti metode pengobatan China adalah menitikberatkan pada keseimbangan fungsi organ-organ tubuh berdasarkan pengetahuan warisan leluhur Bangsa China. Keseimbangan tersebut meliputi lima unsur alam atau disebut Yin Yang Wu Xing (keseimbangan lima unsur/elemen). Dengan menyelaraskan kelima unsur tersebut maka tubuh berada pada kondisi optimal, siap menghadapi segala serangan penyakit. Karenanya keseimbangan antara manusia dan lingkungannya menjadi sangat penting. Bila terjadi harmoni dalam interaksi itu maka terdapat kesehatan, sebaliknya ketidakharmonisan akan mendatangkan penyakit.

Tianshi menyadari keunggulan dan resep pengobatan China, tetapi disisi lain Tianshi juga sadar untuk bisa diterima masyarakat modern maka Tianshi perlu memodernisasi konsep pengobatan China yang ada.

Setelah melalui riset panjang, akhirnya terciptalah produk kesehatan unggulan Tianshi yang menggabungkan keunggulan konsep dan resep pengobatan China dengan teknologi terkini. Hasilnya adalah nutrisi dan produk kesehatan yang mempunyai khasiat dan manfaat yang nyata.

Sumber: Buku “Gaya Hidup Sehat Alami Tianshi” Edisi VI April 2007

anda juga bisa baca artikel ini di http://duniasehat.wordpress.com